GM (5)
11 January 2008
Sekolah sudah
bermula. Celin menyiapkan diri menghadapi ledekan temannya dengan menyontek semboyan hidup Chaki dan Vevey : Keraskan hati, kuatkan iman, tebalkan muka, bulatkan tekad, butakan mata,
dan hidup harus tetap berlanjut. Tapi hari ini sejak tiba di sekolah belum ada
yang meledeknya. Teman temannya terlalu sibuk bercerita tentang liburan mereka
ke Jerman, piknik ke Singapura, taon baru di Sidney,
atau wisata belanja di Hongkong.
Gelatius memang
sekolah favorit, sekolah mahal, sekolah hebat, sekolah anak orang kaya. Mana
sanggup anak klas bawah disuruh membayar SPP Lima ratus lima puluh
ribu ditambah biaya ekskul hebat hebat seperti Bahasa Mandarin, Basket, Renang,
Cheerleader, Teater dan macem
macem lagi. 70 persen siswa Gelatius itu
anak orang kaya, sisanya golongan menengah ke atas. Tak heran kalo muridnya
cantik cantik, ganteng ganteng, putih putih. Cuma Celin saja yang
kulitnya item. Itu pula sebabnya dia jadi sasaran ledekan bukan cuman sekelas, kadang-kadang malah satu sekolah.
“ Heh, gue belum selesai dengan urusan di CF
!” bentak Bella yang tiba-tiba nongol di depan Celin tanpa disadari. Sebetulnya sih bukan tiba-tiba. Cuman tadi
Celin agak terbengong memandangi Rio yang sedang bercanda dengan Floren di
pojok kelas sehingga enga menyadari kehadiran Bella.
Di hardik begitu
Celin hanya bisa menundukkan
kepala.
“ Heh, jangan kira
gue gak tahu, ya ! Tadi itu elo bengong gara-bara ngeliatin Rio, kan
!” tuding Bella.
“ Akh, nggaakk. Gue
cuma ngeliatin papan tulis..” Kepala Celin tertunduk kian ke bawah sampai hampir menyentuh meja.
“ Jangan bohong elo. Gue dari tadi
ngamatin elo. Elo ngimpi kalo mau deketan dengan Rio. Jangan Mimpi deh, Item! Rio itu punya
Gue. Inget! Jangan coba coba dekatin dia. Mimpiin dia pun gak boleh, ngeliat
juga gak boleh !”
Apaan ini? Masak ngeliat aja gak boleh, mimpiin
juga ga boleh, protes Celin dalam hati. Dia cuman
bisa protes di dalam hati. Kalau diutarakan bisa bisa gundul kepalanya dijambaki Bella.
“ Heh, Gue lagi
ngomong sama elo! Bengong aja kerjanya !!” Bella
menggebrak meja.
Celin terlonjak sampai terkaget-kaget. Ketahuan dia lagi protes di dalam hati.
Comments
Post a Comment